Film dokumenter favorit: Two Years at Sea (Ben Rivers, 2011)

Apakah orang ini hidup di dunia pasca kiamat?
Apakah orang ini hidup di dunia pasca kiamat?

Salah satu film yang berada di perbatasan terluar antara film dokumenter, fiksi dan eksperimental. Film ini memuat kisah keseharian hidup Jack Williams, seorang tua berjanggut putih lebat, yang hidup terpencil di daerah bersalju di pinggiran Skotlandia yang amat sepi dan terputus dari peradaban. Ia hidup sendirian, tak tampak ada orang lain atau teknologi semisal telepon dalam film. Ia tak terhubung dengan dunia luar: apakah ia pertapa? Maaf tak ada penjelasan apapun dalam film. Tidak narasi, tidak intertitle, tidak ada apapun, dan akhirnya semua itu jadi tak penting. Kita hanya akan melihat ia mandi, tidur, memasak air, menulis, memasang musik di gramofon dan hal-hal semacam itu di sepanjang film.

Saya membayangkan film ini bagai sebuah antitesis dari Mad Max. Yaitu ketika peradaban manusia tumbang oleh semacam kiamat, maka para penyintas bukan hanya mereka yang berkelahi di jalan memperebutkan bahan bakar, tetapi juga orang macam Jack Williams yang tak bersinggungan sama sekali dengan manusia dan peradabannya, kecuali sisa-sisa di sekitarnya seperti karavan, gramofon, buku dan benda-benda semacam itu. Dibuat hitam putih dengan lebar anamorphic (satu kali tinggi layar berbanding 2,35 kali lebar layar), film ini mampu menghipnotis saya sedemikian rupa. Sinema sebagai kontemplasi murni tentang manusia yang memaknai aksi, ruang dan waktu secara berbeda dengan apa yang kita kenali selama ini? Kenapa tidak?

Film dokumenter favorit: Nostalgia for the Light (Patricio Guzman, 2010)

Apa yang dicari para astronom dan keluarga korban kekerasan politik? Mereka sama-sama beranggapan masa lalu tak terhindarkan untuk bisa hidup di masa kini.
Apa yang dicari para astronom dan keluarga korban kekerasan politik? Mereka sama-sama beranggapan masa lalu tak terhindarkan untuk bisa hidup di masa kini.

Mengapa observatorium pengamatan bintang paling besar di dunia didirikan di Chile? Karena langit Chile, terutama di gurun Atacama, amat terang sehingga bintang akan terlihat jelas di sana. Maka Chile menjadi tempat favorit para astronom untuk melakukan pengamatan bintang. Tapia pa sesungguhnya yang diceritakan oleh bintang-bintang itu? Bintang-bintang itu, sesungguhnya, berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi. Artinya, apa yang tampak adalah masa lalu: jangan-jangan bintang itu sudah tak ada, tapi cahayanya baru sampai ke bumi. Demikian pula dengan apa yang ada di depan mata. Butuh waktu sampai apa yang ada di hadapan kita sampai kita terima sebagai kenyataan kini. Maka, kenyataan dan yang kini begitu nisbi.

Patricio Guzman menggunakan penjelasan ini untuk menggambarkan nisbinya kenyataan dan fakta bahwa manusia tak akan bisa lepas dari masa lalu. Apa yang ada di masa kini sesungguhnya adalah kenyataan masa lalu kita.Ia bercerita tentang sebuah luka sejarah yang belum sembuh: Chile di masa pemerintahan dictator Auguste Pinochet , ketika orang-orang bisa diculik atau hilang begitu saja dari keluarga mereka tanpa penjelasan apa-apa. Kekerasan politik, penghilangan paksa, genosida dan segala luka sesungguhnya masih harus dibawa oleh anggota-anggota keluarga yang tersisa dalam bentuk yang mirip astronom dalam memandangi bintang. Mereka mengorek-ngorek padang pasir yang begitu luas, dengan harapan minimum siapa tahu bisa sisa belulang anggota keluarga mereka yang hilang dan tak ketahuan nasibnya atau dimana kuburnya.

Guzman sedang bercerita tentang kesia-siaan? Ataukah justru ia bicara tentang harapan? Bukankah lebih baik berpikir tentang masa depan dan melupakan saja kisah masa lalu pahit? Tapi bukankah masa kini (dan juga masa depan) begitu nisbi dan manusia tak akan pernah bisa lepas dari masa lalunya, persis seperti yang disampaikan oleh para astronom tadi. Kosmologi saintis bertemu dengan kosmologi para korban kekerasan. Keduanya ngotot mencari sesuatu di tengah apa yang mungkin ditinggalkan oleh orang-orang biasa. Lagi: apakah itu kesia-siaan, atau harapan? Apa bedanya dalam kisah yang amat menggetarkan hati dan disampaikan dengan amat puitis seperti ini?