Budaya Sinema Milik Siapa?

Ketika memberi pengantar pada buku Katalog Film Indonesia yang disusun oleh JB Kristanto pada 2007, saya menulis bahwa ada pergeseran besar budaya sinema dibandingkan dekade 1970-1980-an. Sinema di pergantian abad menjadi milik kelas menengah di kota-kota besar, terutama Jakarta. Lebih dari 80 persen bioskop berada di Jakarta dan kebanyakan berada di pusat perbelanjaan, seperti mal dan plaza. Konsumsi sinema […]

Cinta remaja dan absensi keluarga

We’re just two lost souls Swimming in a fish bowl Year after year Running over the same old ground And how we found The same old fears (Wish You Were Here – David Gilmour / Roger Waters)   Film Posesif karya sutradara Edwin sepintas seperti film drama remaja biasa. Syarat utama genre ini biasanya: kepolosan sebagai virtue, dan […]

Prenjak, alat kelamin, dan perkara yang belum selesai

Apa yang bisa dilakukan oleh pekerja rendahan saat rehat makan siang? Bermacam-macam, salah satunya melakukan permainan seperti yang dilakukan Diah (Rosa Winenggar) dan Jarwo (Yohannes Budhyambara). Seperti dalam film Prenjak atau In The Year of Monkey -yang meraih gelar film pendek terbaik di Festival Film Cannes 2016- Diah menjual batang korek api kepada Jarwo, agar dengan korek […]

Marlina, bukan pembunuh biasa

Film ‘Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak’ karya sutradara Mouly Surya tayang perdana di La Quinzaine des réalisateurs, atau Forum Sutradara, kompetisi yang diselenggarakan paralel dengan Festival Film Cannes di Prancis tahun 2017. Film ini mendapat banyak pujian kritikus, juru program dan publik festival ketika itu. Tanggal 16 November 2017, film ini tayang di bioskop-bioskop […]

Unduh gratis buku “Menjegal Film Indonesia”

  Menjegal Film Indonesia ditulis oleh Ekky Imanjaya, Eric Sasono, Hikmat Darmawan dan Ifan Adriansyah Ismail, diterbitkan oleh Perkumpulan Rumah Film dan Yayasan TIFA, Jakarta, tahun 2011. Silakan unduh buku yang oleh majalah Rolling Stone Indonesia digolongkan sebagai satu dari 100 buku non-fiksi terbaik Indonesia ini: Buku_Menjegal Film Indonesia_Final

Keseharian membosankan seorang penyair

    Pada umumnya film biografi alias biopik di Indonesia dibuat berdasarkan tokoh sejarah terkenal atau memiliki posisi penting di sebuah organisasi besar. Lihat saja sejak Sang Pencerah (tentang Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyyah), Sang Kyai (Hasyim Ashari pendiri Nahdhatul Ulama), Soegija (Albertus Soegijapranata, Uskup Agung di Indonesia) hingga Habibie Ainun dan Rudi Habibie (bekas Presiden […]

Ibu, Hutan, dan Kritik terhadap Modernitas Indonesia

Hutan adalah sesuatu yang dipenuhi cerita, dan ia menjadi sebuah dunia paralel dengan dunia yang kita kenal. Hutan kerap muncul sebagai sarang hantu dalam film Indonesia. Salah dua yang paling kentara adalah Jelangkung (Rizal Mantovani dan Jose Purnomo, 2001) dan Hantu (Adrianto Sinaga, 2007) yang menjadikan hutan sebagai tempat asing dan menakutkan bagi para tokoh […]